7_Aksi Nyata_Topik 5_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100

 

HASIL REFLEKSI PEMBELAJARAN MENGENAI PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN YANG DITERAPKAN SEBAGAI SCAFFOLDING

PADA ZPD

Pertanyaan:

1.     Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran, maka hal yang saya pikirkan terkait dengan topik pembelajaran pada zone of proximal development (ZPD) yaitu pada topik ini saya akan belajar untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana peran guru dalam mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang akan digunakan sebelum memberikan scaffolding kepada peserta didik berdasarkan ZPD-nya. Berdasarkan video yang telah saya simak, mengenai perjuangan, dedikasi dan semangat dari guru dan anak-anak di desa Wayatim, Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara dalam menempuh pendidikan. Di desa tersebut hanya terdapat satu sekolah dengan siswa sebanyak 67 orang. Mereka belajar dengan kondisi kekurangan guru, sehingga guru yang ada harus merangkap mengajar pada kelas lain dan mata pelajaran lain. Hal tersebut menunjukkan keterbatasan sumber daya yang mereka hadapi. Melihat kondisi tersebut tentunya apa yang dialami oleh anak-anak desa Wayatim terkait mengenai pendidikan berbanding terbalik dengan apa yang saya alami. Dalam menempuh pendidikan, saya mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta tenaga pendidik yang lengkap. Selama saya menempuh pendidikan, tidak terdapat guru yang merangkap untuk mengajar pada beberapa kelas, melainkan satu guru memegang satu kelas, kecuali untuk guru mata pelajaran seperti agama dan bahasa daerah. Hal tersebut menunjukkan bahwa saya mendapatkan pendidikan dengan struktur yang lebih baik dan lebih banyak terkait mengenai sumber daya guru.

Namun, walaupun demikian, kisah anak-anak desa Wayatim memiliki persamaan dengan apa yang saya alami dalam semangat belajar. Dukungan dari orang tua dan guru yang selalu membimbing menunjukkan bahwa semangat belajar dan dukungan emosional adalah faktor penting yang sama-sama kami miliki sehingga, keterbatasan bukan menjadi sebuah hambatan bagi kami untuk terus maju dan berkembang dalam mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan yang kami miliki. Dalam video tersebut terlihat bagaimana kreativitas guru dalam membangun susana belajar yang menyenangkan dengan pemilihan pendekatan, strategi, teknik dan metode pembelajaran yang bervariasi. Guru tersebut yang mampu menggunakan pendekatan, startegi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat, berdasarkan ZPD dari siswanya, sehingga guru dapat memberikan bantuan atau dukungan belajar bagi setiap siswa yang sesuai dengan kebutuhan siswa pada tingkat perkembangan mereka saat ini. Hal ini mampu meningkatkan motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa tersebut.

 

2.     Ekplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada topik ini saya belajar mengenai pentingnya Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dalam pendidikan di Indonesia. Terkait mengenai pembelajaran dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan psebagai scaffolding pada  ZPD tentunya saya sebagai calon guru siap bila ditugaskan mengajar dengan memahami Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD pada peserta didik. Apabila saya mendapatkan tugas mengajar dengan memperhatikan Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD, maka terdapat beberapa hal yang akan saya lakukan, sebagai berikut.

a.     Mengidentifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa. Dalam hal ini saya akan mengidentifikasi mengenai kemampuan dari peserta didik dalam memecahkan permasalahan. Dakan aktivitas ini maka saya dapat mengidentifikasi apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dengan bantuan.

b.     Menyesuaikan materi pembelajaran. Setelah mendapatkan informasi mengenai ZPD siswa, maka langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan tingkat pemahaman yang dimiliki oleh peserta didik. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan kognitif mereka.

c.     Penerapan Scaffolding. Pemberian bantuan dan dukungan (Scaffolding) kepada peserta didik dilakukan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami konsep atau menyelesaikan tugas yang berada di luar kemampuan mereka saat ini. Dengan demikian maka peserta didik dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik, keterampilan yang lebih kuat, dan kemandirian yang lebih besar dalam belajar.

d.     Penggunaan strategi pembelajaran yang sesuai. Startegi pembelajaran yang digunakan untuk mendukung perkembangan ZPD peserta didik yaitu dengan demonstrasi dan kolaborasi dalam kelompok.

e.     Pemberian umpan balik yang membangun. Umpan balik diberikan kepada peserta didik untuk mendukung mereka sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam ZPD.

Saya yakin bahwa melalui pemberian Scaffolding yang sesuai dengan ZPD dari peserta didik dan disesuaikan dengan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat, akan membantu memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif bagi setiap peserta didik sehingga memaksimalkan potensi belajar dari setiap peserta didik. Dengan menyesuaikan pendekatan, strategi, metode serta teknik pembelajaran yang akan digunakan dalam pemberian Scaffolding maka peserta didik akan dapat membangun pemahaman mereka sendiri, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar. Dengan pendekatan yang tepat, peserta didik akan lebih aktif terlibat dalam pembelajaran karena mereka diberi dukungan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Hal tersebut akan membantu mereka untuk tetap fokus dan termotivasi dalam mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai

 

3.    Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pada bagian ruang kolaborasi ini, saya bersama dengan rekan-rekan anggota kelompok saling bekerjasama atau berkolaborasi mengenai bagaimana pandangan dari masing-masing anggota kelompok terkait dengan Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD. Berdasarkan pendapat dari masing-masing anggota kelompok kami terkait mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan maka kami memiliki persamaan pandangan dan sepakat bahwa secara keseluruhan, pendekatan, strategi,metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pembelajaran. Menyadari bahwa hal tersebut memiliki pengaruh yang besar, maka penting bagi seorang guru sebelum melaksanakan pembelajaran dengan pemberian scaffolding sesuai dengan ZPD siswa, maka sebaiknya guru memperhatikan pendekatan, metode, strategi yang akan digunakan, agar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman dari masing-masing peserta didik. Dengan mempertimbangkan hal tersebut maka akan membantu memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif bagi setiap peserta didik sehingga memaksimalkan potensi belajar dari setiap peserta didik. Dengan menyesuaikan pendekatan, strategi, metode serta teknik pembelajaran yang akan digunakan dalam pemberian Scaffolding maka peserta didik akan dapat membangun pemahaman mereka sendiri, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar.

Selain persamaan adapun perbedaan pandangan yang kami miliki, yaitu dalam kesiapan mengajar dengan memperhatikan Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD pada peserta didik. Dalam kesiapan tersebut terlihat bagaimana setiap anggota kelompok siap mengajar dengan mempertimbangkan mengajar dengan memperhatikan Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD pada peserta didik yang dijelaskan secara umum dan ada juga yang memberikan penjelasan mengenai contoh metode atau strategi yang akan digunakan dalam pemberian scaffolding.

 

4.     Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Pada bagian demonstrasi kontekstual ini, saya bersama dengan anggota kelompok melakukan presentasi terkait dengan hasil kerja yang telah kami buat pada bagian ruang kolaborasi. Presentasi yang kami buat dalam bentuk powerpoint. Pada kegiatan presentasi yang dilakukan, saya bersama dengan anggota kelompok dapat mendengarkan bagaimana pandangan dari kelompok lain terkait Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD sehingga dari pandangan tersebut kami dapat melakukan refleksi terhadap hasil kerja yang telah dibuat.

 

5.     Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

    Sejauh ini dalam mempelajari topik terkait Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD saya telah memahami bahwa peserta didik membutuhkan orang lain yang dapat membantunya dalam interaksi sosialnya untuk proses perkembangan potensi yang dimiliki dalam konteks pembelajaran. Dalam hal ini saya sebagai calon guru tentunya siap membantu peserta didik dalam interaksi sosialnya untuk proses perkembangan potensi yang dimiliki melalui pemberian Scaffolding dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat sesuai dengan ZPD dari siswa. Dalam menerapkan pembelajaran dengan Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dalam pendidikan di Indonesia tentunya terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru. Tantangan yang mungkin muncul tersebut harus dapat diatasi oleh guru agar tidak mengganggu jalannya pembelajaran. Oleh sebab itu untuk memastikan keberhasilan implementasi pembelajaran ZPD maka penting bagi seorang guru untuk dapat mengidentifikasi dan mengatasi tantangan tersebut secara efektif dengan menggunakan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat. Tantangan yang mungkin akan muncul ketika menerapkan pembelajaran Zone of Proximal Development (ZPD) yaitu mengelola pembelajaran yang sesuai dengan seluruh peserta didik yang sangat beragam. Dalam satu kelas, tentunya peserta didik akan memiliki Zone of Proximal Development (ZPD) yang berbeda dan beragam serta memiliki kebutuhan, kemampuan, dan potensi yang unik, yang membuat tugas guru menjadi cukup kompleks. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi guru agar dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan tentunya mendukung setiap perkembangan peserta didik melalui berbagai pendekatan yang tepat.

Guru harus memastikan bahwa strategi, metode, teknik dan pendekatan yang dipilih tersebut dapat mendukung kebutuhan masing-masing peserta didik yang berbeda-beda. Melihat tantangan tersebut maka guru dapat melakukan penilaian formatif secara berkala dan observasi langsung dengan peserta didik untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai bantuan apa yang diperlukan oleh peserta didik berdasarkan kebutuhannya. Dengan menggunakan strategi tersebut, maka guru dapat lebih siap untuk mengatasi tantangan dalam menerapkan pembelajaran berbasis ZPD dan memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, maka guru juga dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan beragam, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, dan penggunaan teknologi edukasi, dapat membantu guru mendukung ZPD setiap siswa.

 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Melalui topik bahasan ini, saya mendapatkan berbagai teori praktis yang nantinya dapat saya terapkan sebagai bentuk aksi nyata dari seorang guru dalam pembelajaran yang mampu membantu dan mendukung peserta didik untuk berkembang secara efektif. Topik bahasan ini menekankan bahwa pada dasarnya setiap peserta didik memiliki Zone of Proximal Development (ZPD) yang berbeda untuk menyelesaikan tugasnya sendiri dan menyelesaikan tugasnya dengan bantuan dari orang dewasa atau teman sebaya yang lebih berpengalaman, terkait dengan hal tersebut, maka peran guru dalam hal ini sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, hal baik selanjutnya yang saya peroleh yaitu terkait mengenai tindakan yang dapat dilakukan oleh guru sebelum memberikan bantuan dan dukungan (Scaffolding) kepada peserta didik untuk mengatasi kesulitan dalam memahami konsep atau menyelesaikan tugas yang berada di luar kemampuan mereka saat ini melalui pendekatan, metode, strategi dan teknik pembelajaran yang tepat. Pemilihan pendekatan, strategi, metode dan teknik yang tepat dalam proses scaffolding berdasarkan ZPD siswa, akan mampu meningkatkan motivasi belajar dari siswa. Siswa akan merasakan keterlibatannya dalam proses pembelajaran karena pembelajaran terasa lebih relevan dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan mereka.

Melalui Scaffolding tersebut, saya memahami bagaimana bentuk bantuan yang diberikan kepada peserta didik sehingga memberikan hasil yang positif dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian maka peserta didik dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik, keterampilan yang lebih kuat, dan kemandirian yang lebih besar dalam belajar. Melalui pemahaman yang telah saya peroleh dalam topik bahasan ini, maka akan memberikan saya gambaran saat nanti mengajar sehingga saya akan lebih siap dalam menerapkan pembelajaran Zone of Proximal Development (ZPD) dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan.

 

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Pada topik ini, maka ada hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut terkait mengenai Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD yaitu apakah dalam memberikan scaffolding pada ZPD (Zone of Proximal Development) dengan hanya memperhatikan salah satu elemen dari empat elemen yang ada yaitu pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran, dapat mempengaruhi keberhasilan scaffolding pada ZPD siswa atau justru hal tersebut dianggap bukan sebuah tantangan. 

 

6.     Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Terkait dengan materi yang terdapat dalam mata kuliah sosiokultural ini, ternyata memiliki keterkaitan atau berkesinambungan dengan beberapa mata kuliah lain. Mata kuliah tersebut yaitu filosofi pendidikan Indonesia, pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya serta pengajaran dan asesmen yang efektif.  Mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia memiliki keterkaitan dengan pembelajaran Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Filosofi pendidikan sering kali menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Ini sejalan dengan konsep ZPD, di mana guru perlu memahami tingkat perkembangan individu setiap siswa dan memberikan dukungan yang sesuai (scaffolding) untuk membantu mereka mencapai pemahaman yang lebih tinggi.

Filosofi pendidikan mengajarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip seperti keadilan, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keunikan setiap individu. Dalam konteks ZPD, guru harus mempertimbangkan berbagai strategi dan metode yang dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa, termasuk teknik scaffolding yang efektif. Selanjutnya yaitu keterkaitan antara mata kuliah pemahaman peserta didik dan pembelajarannya juga memiliki keterkaitan dengan pembelajaran Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Mata kuliah ini membantu calon guru memahami karakteristik kognitif, emosional, sosial, dan fisik peserta didik. Pengetahuan ini sangat penting dalam penerapan scaffolding, karena guru perlu menyesuaikan dukungan mereka sesuai dengan kebutuhan individual dan tingkat perkembangan setiap siswa dalam ZPD mereka. Kemudian, keterkaitan antara mata kuliah prinsip pengajaran dan asesmen efektif juga memiliki keterkaitan dengan pembelajaran Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Dimana, pada mata kuliah Prindip pengajaran dan asesmen efektif ini melibatkan penggunaan asesmen formatif dan sumatif untuk memahami kemajuan belajar siswa. Dengan informasi dari asesmen, guru dapat menentukan ZPD siswa dan menyesuaikan teknik scaffolding untuk memberikan dukungan yang optimal. Selanjutnya keterkaitan antara mata kuliah projek kepemimpinan juga memiliki keterkaitan dengan pembelajaran Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Projek kepemimpinan sering kali melibatkan kerja sama dan kolaborasi, baik dengan sesama guru maupun dengan siswa. Dalam konteks ZPD, kolaborasi dapat berupa kerja kelompok atau bimbingan sebaya, di mana siswa saling mendukung dan belajar bersama, yang merupakan bentuk scaffolding yang efektif.

 

7.     Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Pembelajaran mengenai Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD memberikan manfaat yang sangat besar terkait mengenai keseiapan saya dalam mengajar sebagai calon guru, dengan pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD) karena dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konteks tempat saya akan mengajar. Hal ini penting dalam menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan pendidikan. selain itu, maka manfaat yang saya peroleh dari mempelajari topik atau bahasan ini sebagai calon guru akan memperkaya kemampuan saya sebagai calon guru untuk mendukung siswa dalam ZPD mereka, membantu mereka mencapai potensi penuh mereka dalam lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung melalui penggunaan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat dengan kebutuhan siswa.

 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Saya menilai kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan memperhatikan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat dari skala 1-10 yaitu sebesar 7. Hal tersebut dikarenakan saya harus memperdalam kemampuan dan pemahaman saya terkait dengan materi tersebut, sehingga nantinya dalam mengimplementasikan pemahaman yang telah saya peroleh dilapangan akan memberikan perubahan yang signifikan. 

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Hal yang perlu saya siapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan pembelajaran Zone of Proximal Development (ZPD) dengan memperhatikan dan mempertimbangkan pendekatan, strategi, metide dan teknik pembelajaran yang tepat yaitu dengan terus belajar dan memperbanyak referensi mengenai konsep dan teori terkait dengan sosiokultural yang disertai dengan bentuk pengimplementasiannya dalam konteks sebagai seorang guru. Dengan mencari dan mempelajari berbagai referensi tersebut maka saya nantinya dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan tercipta lingkungan belajar yang positif.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Bab 7 Asal-Usul

7_Aksi Nyata_Topik 4_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100