7_Aksi Nyata_Perspektif sosiokultural dalam pendidikan Indonesia

 
TOPIK 2
AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA 

STATUS SOSIAL EKONOMI (SES) DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA



1. Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran pada topik ini, maka hal yang saya pikirkan sebelumnya bahwa pada topik ini saya akan mempelajari mengenai keragaman sosial dan budaya dari peserta didik dalam konteks pendidikan. Namun, setelah saya mempelajari topik ini maka saya memperoleh pemahaman baru bahwa dalam konteks pendidikan banyak faktor penting yang berperan didalamnya. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik. Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dimana terdiri dari berbagai budaya yang unik dan beragam yang membedakannya dari bangsa-bangsa lainnya. Terkait dengan hal tersebut maka faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan dan pembelajaran di Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Lingkungan keluarga dan masyarakat merupakan lingkungan belajar dari peserta didik, dimana banyak nilai-nilai yang diadopsi dan dibawa oleh peserta didik ke tempat yang baru. Dukungan yang diterima oleh peserta didik dari lingkungan keluarganya akan mampu mempengaruhi hasil belajar peserta didik karena motivasi belajar yang dimiliki. Latar belakang sosial yang dimiliki oleh peserta didik akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi setiap peserta didiknya. Selanjutnya yaitu latar belakang budaya yang beragam dari masing-masing peserta didik memiliki nilai-nilai yang mendasari pendidikan. Contohnya, nilai gotong royong dan rasa solidaritas, sehingga dalam hal ini pendidikan diharapkan mampu untuk memupuk sikap-sikap yang sesuai dengan nilai-nilai budaya tersebut. Faktor ekonomi, tingkat ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Sebab banyak masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam membiayai anak-anaknya untuk melengkapi sarana maupun prasana yang diperlukan oleh peserta didik dalam hal belajar.  Terakhir yaitu faktor politik yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan di Indonesia mulai dari kurikulum, pendanaan pendidikan dan komitmen pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia.

2. Ekaplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

 a)  Pada topik ini saya belajar mengenai status sosioekonomi (SES) mengarah pada keadaan sosial dan ekonomi seseorang yang dapat diukur melalui pendapatan, pekerjaan dan pendidikan yang ditempuh oleh seseorang. Status sosial ekonomi (SES) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi segala bidang atau aspek kehidupan mulai dari Kesehatan maupun pendidikan. Peserta didik yang berasal dari latar belakang keluarga yang memiliki sosial ekonomi (SES) tinggi akan mudah dalam hal akses terhadap sumber daya pendidikan, begitu juga sebaliknya. Perbedaan sosial ekonomi (SES) yang dimiliki oleh peserta didik akan menimbulkan kesenjangan dalam konteks pendidikan dan pembelajaran. Oleh sebab itu, maka penting bagi guru dalam memahami bagaimana SES memiliki peran penting yang dapat mempengaruhi pendidikan atau pembelajaran di sekolah. Dengan memahami mengenai SES dan dampak yang ditimbulkan maka nantinya guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran kepada peserta didik sehingga walaupun mereka berasal dari latar belakang SES yang berbeda, dalam dunia pendidikan mereka akan diperlakukan secara adil dan setara. Memahami latar belakang SES dari peserta didik akan membantu saya sebagai calon guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang akan digunakan dikelas, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin dialami oleh peserta didik yang berasal dari latar belakang SES yang rendah sehingga dalam hal ini guru dapat memberikan dukungan yang lebih kepada peserta didik seperti misalnya dengan menggunakan bantuan program dari pemerintah yaitu beasiswa. Dengan hal-hal tersebut maka guru dapat membantu setiap peserta didik untuk dapat mencapai potensi penuh mereka dan mengurangi kesenjangan pendidikan yang disebabkan oleh perbedaan SES.

b) Pada topik ini saya mempelajari mengenai teori sosiokultural menekankan pada dua konsep utama yaitu sebagai alat psikologis dan mediasi. Penggunaan alat psikologis seperti bahasa, simbol, teknologi dan lain sebagainya merupakan salah satu media yang akan memfasilitasi peserta didik dalam proses kognitifnya. Alat psikologis ini akan merangsang dan mengoptimalkan pemikiran serta mental dari peserta didik. Penggunaan alat psikologis dalam pendidikan sangat penting untuk digunakan, dimana dalam hal ini guru dapat menggunakan berbagai alat seperti buku, teks maupun permainan interaktif yang akan memfasilitasi pemahaman dari peserta didik terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dalam teori sosiokultural mediasi merupakan salah satu proses interaksi sosial dimana pengetahuan, keterampilan maupun nilai-nilai akan ditransmisikan atau dipindahkan/disampaikan dari satu pihak kepada pihak lainnya. Selanjutnya yaitu mediasi yang mencakup mengenai mediasi metakognitif dan mediasi kognitif. Dalam hal ini peserta didik akan saling bertukar pengetahuan, keterampilan maupun nilai-nilai yang mereka miliki sehingga membantu peserta didik dalam mencapai potensi maksimalnya. Dalam hal ini guru dapat membantu peserta didik dengan berperan sebagai mediator yang akan memberikan bimbingan serta dukungan dan umpan balik yang diperlukan agar siswa dapat melampaui batas kemampuan mereka sendiri. Konsep yang terdapat dalam teori sosiokultural akan memberikan kontribusi dalam teori pengajaran dan pembelajaran yang akan memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada interaksi sosial, partisipasi aktif siswa, dan penggunaan alat eksternal untuk mendukung pengembangan kognitif dan pemahaman konsep.

 3. Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekanrekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pada ruang kolaborasi ini, saya bersama dengan rekan-rekan bekerja dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus tentang perspektif sosiokultural dalam penerapan pendidikan di Indonesia. Saya bersama dengan kelompok menganalisis studi kasus yang terdapat pada 3 buku yaitu Belajar Berdemokrasi, dari buku Mengajar untuk Perubahan, Sang Pecandu Online Game, dari buku Mengajar untuk Perubahan, dan Literasi Dasar, dari Buku Melawan Setan Bermata Runcing: Pengalaman Gerakan Pendidikan Sokola. Dalam buku tersebut saya bersama kelompok harus menganalisis faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang penting dalam cerita tersebut, bagaimana guru/pengajar tersebut mempertimbangkan perspektif sosiokultural dalam caranya mengajar, cara lain yang akan saya lakukan selain yang sudah diterapkan guru/pengajar tersebut serta Pembelajaran apa yang diperoleh dari menganalisis studi kasus dan pembelajaran pada Mata Kuliah lain yang terkait. Dari ketiga studi kasus, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan dengan mempertimbangkan perspektif sosiokultural sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran. Guru perlu mengadaptasi metode pengajaran mereka untuk sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik siswa. Ini mencakup penggunaan bahan ajar yang relevan, metode pengajaran yang inklusif, dan keterlibatan komunitas serta keluarga dalam proses pendidikan.

4. Demonstrasi kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Pada bagian demonstrasi kontekstual ini, saya bersama dengan rekan-rekan dalam satu kelompok, mempresentasikan atau membacakan hasil diskusi kelompok kami terkait dengan tugas yang telah dibuat pada bagian ruang kolaborasi. Setelah hasil diskusi tersebut kampi presentasikan, maka dilanjutkan dengan kegiatan saling menanggapi antar kelompok sebagai bahan untuk evaluasi atau perbaikan terhadap tugas yang telah dibuat. Dalam kagiatan evaluasi tersebut, kami saling bertukar pendapat dan membangun komunikasi yang baik.

5. Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Pada topik ini saya paham mengenai  bahwa dalam proses pembelajaran peserta didik tidak dapat dipisahkan dari interaksi dengan lingkungan belajar mereka. Interaksi belajar peserta didik dengan lingkungan tersebut akan menyebabkan terjadinya transmisi budaya kepada peserta didik sehingga peserta didik paham dan mampu menghargai ragam budaya yang ada. Terkait mengenai interaksinya dengan lingkungan, maka lingkungan belajar peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor sosial, ekonomi, budaya maupun politik yang memiliki peran penting dalam kualitas dan keberhasilan pendidikan. Faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, dan politik adalah bagian dari konstruksi SES karena mereka memengaruhi posisi sosial dan ekonomi seseorang yang dapat diukur melalui pendapatan, pekerjaan dan pendidikan yang ditempuh oleh seseorang. Selain itu sebagai calon guru maka saya harus mampu menerapkan konsep sosioekonomi (SES) yang mengarah pada keadaan sosial dan ekonomi seseorang yang dapat diukur melalui pendapatan, pekerjaan dan pendidikan yang ditempuh oleh seseorang. Saya menyadari bahwa seluruh teori sosiokultural merupakan landasan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Sebagai calon guru tentunya setelah mempelajari mengenai topik ini dan keseluruhan teori sosiokultural maka, saya akan menerapkan pemahaman yang saya peroleh dalam praktiknya di lapangan.

6. Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Pada bagian koneksi antar materi ini saya membuat keterkaitan dari pembelajaran mata kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan dengan pembelajaran yang sudah, sedang atau akan dipelajari di mata kuliah PPG lainnya. Adapun keterkaitan mata kuliah perspektif sosiokulturas dengan mata kulaih lain yaitu Filosofi Pendidikan Indonesia. Pada mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia ini faktor sosial budaya sangat mempengaruhi perkembangan pendidikan dan nilai-nilai pendidikan yang ada di Indonesia. Sedangkan pada mata kuliah Pemahaman Peserta didik dan pembelajarannya terkait emngenai mata kuliah perspektif sosiokultural menekankan bahwa penggabungan teori perkembangan kognitif, sosio emosional dan konteks sosial sangat penting dalam hal merancang pembelajaran yang sesuai dengan latar belakang peserta didik.  Perspektif sosiokultural ini juga memiliki keterkaitan dengan mata kuliah Prinsip pengajaran dan asesmen. Dalam kegiatan pembelajaran maka pembelajaran harus disusun dengan baik dan assesmen yang dipilh telah sesuai dengan karakteristik serta perkembangan peserta didik.

7 Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Pembelajaran ini tentunya memberikan manfaat bagi saya sebagai calon guru, dimana sebagai calon guru penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik mampu mempengaruhi pendidikan Indonesia. Peserta didik yang berasal dari latar belakang keluarga yang memiliki sosial ekonomi (SES) tinggi akan mudah dalam hal akses terhadap sumber daya pendidikan, begitu juga sebaliknya. Dalam hal ini penting bagi guru untuk dapat merancang pembelajaran sehingga kesenjangan yang terjadi diantara peserta didik akibat dari latar belakang SES yang berebda tidak menjadi suatu hambatan atau tantangan bagi peserta didik untuk menuntut ilmu.  Saya menilai kesiapan belajar pada diri saya dari skala 1-10 adalah 7. Hal tersebut dikarenakan masih banyak hal yang harus saya pelajari dan tentunya apa yangs aya pelajari nantinya dapat saya impelemntasikan pada kenyataan yang terjadi di lapangan. Banyak hal yang perlu saya persiapkan dalam menerapkan teori atau pemahaman yang telah saya peroleh dari perspektif sosiokultural yaitu memahami lebih mendalam teori dan konsep sosiokultural sehingga dalam hal ini selanjutnya saya mampu melibatkan kemampuan yang telah saya miliki untuk mengidentifikasi teori yang telah saya pahami dengan kebutuhan peserta didik dilapangan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Bab 7 Asal-Usul

7_Aksi Nyata_Topik 4_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100

7_Aksi Nyata_Topik 5_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100