7_Aksi Nyata_Topik 3_Perspektif sosiokultural dalam pembelajaran Indonesia


 AKSI NYATA TOPIK 3

HASIL REFLEKSI PEMBELAJARAN TERKAIT MENGENAI PERSPEKTIF

 SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN POLITIK DALAM PEMBELAJARAN

YANG MEMPENGARUHI PROSES PEMBELAJARAN



1.     Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran, maka hal yang saya pikirkan terkait dengan topik perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia yaitu pada topik ini saya akan belajar untuk memahami lebih dalam mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan dan bagaimana penerapannya di kelas dengan mengintegrasikan keempat perspektif tersebut. Setelah menonton video yang berjudul pengejar mimpi di bumi petani yang menggambarkan bagaimana perjalanan pendidikan di salah satu desa Mulyajaya, Waikana, Lampung dan menjawab beberapa pertanyaan yang tertera, maka memberikan saya pemahaman bahwa pendidikan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik. Hal tersebut menyebabkan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Dalam video tersebut menjelaskan mengenai bagaimana perjuangan anak-anak di desa tersebut untuk terus bekerja agar mampu menggapai pendidikan dan cita-cita yang diinginkan. Sebagai calon guru tentu harapan saya yaitu dapat memberikan sebuah perubahan dan membantu peserta didik agar dapat menggapai cita-citanya dengan cara mentransfer ilmu yang telah saya dapatkan selama berada di bangku kuliah.

 

2.     Ekplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada topik ini saya belajar mengenai pandangan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia. Pandangan yang saya miliki saat ini mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan di Indonesia yaitu bahwa dalam perjalanan pendidikan di Indonesia dari sebelum masa kemerdekaan hingga saat ini masih dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi maupun politik. Faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, dan politik adalah bagian dari konstruksi SES karena mereka memengaruhi posisi sosial dan ekonomi seseorang yang dapat diukur melalui pendapatan, pekerjaan dan pendidikan yang ditempuh oleh seseorang. Dalam bidang Pendidikan, status sosial (SES) orang tua akan menentukan peluang pendidikan siswa melalui berbagai faktor yang mempengaruhi akses, dukungan, dan kualitas pengalaman belajarnya. Dalam pendidikan faktor sosial memiliki peranan penting sebab faktor sosial memengaruhi akses dan kesetaraan dalam pendidikan. Keluarga dengan latar belakang ekonomi rendah mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan berkualitas. Faktor sosial seperti status ekonomi, keluarga, atau etnisitas seringkali menjadi hambatan bagi akses pendidikan yang merata. Selanjutnya yaitu faktor budaya, melalui pendidikan, siswa belajar untuk menghormati perbedaan budaya dan agama, serta belajar cara bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki pandangan dan kepercayaan yang berbeda, sehingga dalam hal ini akan terjadi transmisi kebudayaan. Faktor politik juga dapat mempengaruhi pendidikan karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berpengaruh terhadap hasil akhir yang akan diterima. Faktor-faktor tersebut memiliki peran penting dalam keberlangsungan dan keberhasilan proses pendidikan. Dengan melihat perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran, penting bagi pendidik untuk mengadopsi pendekatan yang holistik dan inklusif. Pada topik ini saya juga belajar mengenai kesiapan dalam hal mengajar dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik peserta didik. Tentunya sebagai seorang guru, saya harus siap akan hal tersebut. Saya harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang mengakomodasi seluruh keberagaman latar belakang peserta didik, sehingga peserta didik akan merasa diakui dan dihargai keberadaannya dan mendapatkan pendidikan yang adil dan setara.

 

3.    Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pada bagian ruang kolaborasi ini, saya bersama dengan rekan-rekan anggota kelompok saling bekerjasama atau berkolaborasi mengenai bagaimana pandangan dari masing-masing anggota kelompok terkait dengan Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan. Berdasarkan pendapat dari masing-masing anggota kelompok kami terkait mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan maka kami memiliki persamaan pandangan dan sepakat bahwa perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik memiliki peran penting dalam prososes pembelajaran. Masing-masing faktor tersebut akan berpengaruh terhadap kesiapan peserta didik dalam pembelajaran, oleh sebab itu maka guru harus mempertimbangkan berbagai perspektif tersebut untuk merencanakan rancangan pembelajaran sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan sebagai bahan refleksi serta evaluasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran dan pendidikan yang disesuaikan dengan kesiapan dari peserta didik. Guru yang siap mengajar dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, politik dan ekonomi dalam pembelajaran pada peserta didik maka akan dapat menciptakan pengalaman pendidikan yang holistik dan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis tetapi tetapi juga berfokus pada pengembangan karakter, kepribadian dan keterampilan peserta didik secara keseluruhan. Selain berkolaborasi terkait  perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan, maka kami dalam kelompok juga mendiskusikan terkait dengan kesiapan dari masing-masing anggota kelompok dalam mengajar dengan memperhatikan Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran pada peserta didik. Tentunya kami sebagai seorang guru harus selalu siap mengajar dengan memperhatikan Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran pada peserta didik. Berdasarkan pendapat tersebut, maka secara keseluruhan pandangan kelompok kami yaitu bahwa penting bagi seorang guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk dapat memperhatikan segala bentuk perspektif yang ada pada diri peserta didik, baik itu perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan perspektif tersebut, maka seorang guru dapat menciptakan pengalaman pendidikan yang holistik dan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis tetapi juga pada pengembangan keseluruhan siswa dan mempersiapkan peserta didik untuk menjadi individu yang kompeten, mandiri, dan bertanggung jawab dalam masyarakat.

 

4.     Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Pada bagian demonstrasi kontekstual ini, saya bersama dengan anggota kelompok melakukan presentasi terkait dengan hasil kerja yang telah kami buat pada bagian ruang kolaborasi. Presentasi yang kami buat dalam bentuk powerpoint. Pada kegiatan presentasi yang dilakukan, saya bersama dengan anggota kelompok dapat mendengarkan bagaimana pandangan dari kelompok lain terkait dengan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan, sehingga dari pandangan tersebut kami dapat melakukan refleksi terhadap hasil kerja yang telah dibuat.

 

5.     Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Sejauh ini dalam mempelajari topik terkait menganai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik saya telah memahami bahwa perspekti sosial, budaya, ekonomi dan politik berkaitan dengan faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi dan politi yang mempengaruhi proses pendidikan. Mengingat bahwa peserta didik tentunya berasal dari latar belakang yang berbeda, maka dalam hal ini peran dari seorang guru sangat dibutuhkan untuk mampu mengakomodasi dan mengintegrasikan keempat perspektif tersebut dalam pembelajaran. Guru juga harus memastikan bahwa perbedaan tersebut tidak menimbulkan kesenjangan yang akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Guru yang siap memperhatikan perspektif sosial, budaya, politik dan sosial peserta didikd alam proses pembelajaran akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang bermakan bagi peserta didik, dimana dalam hal ini peserta didik akan merasa diakui dan dihargai keberadaannya walaupun memiliki latar belakang yang berbeda dari peserta didik lainnya.

 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Hal baru yang saya pahami yaitu terkait dnegan penerapan pembelajaran dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik tentunya, guru akan menemukan berbagai tantangan. Tantangan yang mungkin akan muncul dalam menerapkan pembelajaran meliputi kesenjangan keterampilan yang dimiliki oleh psesrta diidk baik dalam hal membaca, menulis maupun berhitung yang dapat mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi yang kompleks, tantangan selanjutnya yaitu terkait mengenai akses terhadap sumber daya dimana peserta didik dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang kurang mampu mungkin tidak memiliki akses yang sama ke buku, teknologi, atau sumber daya pendidikan lainnya, selanjutnya yaitu perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara siswa memandang dan menafsirkan materi pembelajaran, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman atau ketidaksepakatan. Terkait mengenai tantangan tersebut, maka cara yang dapat saya lakukan sebagai calon guru yaitu dengan membangun komunikasi yang baik antara peserta didik dan juga lingkungan sekitar agar dapat memahami lebih jauh mengenai karakteristik peserta didik berdasarkan latar belakang sosiokulturalnya. Dengan demikan maka, akan membantu guru dalam merancang pembelajaran dengan menggunakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan sosial, budaya, ekonomi, dan politik siswa.

 

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Pada topik ini, maka ada hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut terkait mengenai cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi pada saat menerapkan pembelajaran dengan emmperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dari peserta didiknya. Kemudian, saya juga ingin mempelajari terkait dengan kesenjangan-kesenjangan yang hadir akibat dari perbedaan latar belakang sosial ekonomi yang dimiliki oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.

 

6.     Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Terkait dengan materi yang terdapat dalam mata kuliah sosiokultural ini, ternyata memiliki keterkaitan atau berkesinambungan dengan beberapa mata kuliah lain. Mata kuliah tersebut yaitu filosofi pendidikan Indonesia, pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya serta pengajaran dan asesmen yang efektif. Mata kuliah perspektif sosiokultural memiliki keterkaitan dengan mata kuliah filosofi, dimana pada mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia membahas mengenai materi sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia, termasuk aspek-aspek budaya dan sosial yang memengaruhinya. Pemahaman tentang konteks sejarah dan kultural dapat membantu memahami bagaimana nilai-nilai, norma-norma, dan tradisi budaya telah membentuk sistem pendidikan Indonesia. Pada mata kuliah kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia juga sering menyoroti isu-isu multikulturalisme dalam konteks pendidikan Indonesia yang beragam. Perspektif sosial dan budaya memungkinkan setiap orang untuk memahami pentingnya mengakui, menghormati, dan memahami keberagaman budaya, agama, dan etnisitas dalam sistem pendidikan Indonesia. Selain pada mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia, perspektif sosiokultural juga memiliki keterkaitan dengan mata kuliah pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, dalam mata kuliah ini mempertimbangkan bagaimana faktor-faktor sosial, seperti latar belakang keluarga, kebiasaan budaya, dan lingkungan sosial, memengaruhi cara siswa belajar. Perspektif sosial dan budaya membantu mahasiswa memahami pentingnya memperhitungkan konteks sosial siswa dalam merancang pengalaman pembelajaran yang efektif. Dengan pemahaman tersebut maka memungkinkan mahasiswa untuk menghargai dan mengintegrasikan keberagaman budaya dalam praktik pembelajaran. Keterkaitan perspektif sosiokultural dengan mata kuliah pengajaran dan asesmen efektif yaitu mempertimbangkan bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya memengaruhi pengajaran dan pembelajaran. Guru perlu memahami konteks sosial dan budaya siswa untuk merancang pengalaman pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi mereka. Dengan demikian, maka akan berdampak pada cara guru dalam hal merancang pengajaran, menerapkan strategi asesmen, dan memahami kemajuan siswa. Perspektif sosial dan budaya membantu guru dalam merancang asesmen yang adil dan relevan bagi semua siswa, tanpa memihak pada satu kelompok budaya tertentu.

 

7.     Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Pembelajaran mengenai perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik memberikan manfaat yang sangat besar terkait mengenai keseiapan saya dalam mengajar sebagai calon guru, yaitu melalui pembelajaran pesrpektif sosiokultural ini maka saya dapat memahami bagaimana menciptakan ruang kelas yang inklusif di mana semua siswa merasa dihargai dan diterima dibalik perbedaan atau kesenjangan latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik yang dimiliki. Manfaat lain yang saya peroleh yaitu mampu mengintegrasikan materi pembelajaran denan pengalaman dan latar belakang peserta didik sehingga, pembelajaran akan menjadi lebih relevan.

 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Saya menilai kesiapan saya dalam hal mengajar dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dari skala 1-10 yaitu sebesar 7. Hal tersebut dikarenakan saya harus memperdalam kemampuan dan pemahaman saya terkait dengan materi tersebut, sehingga nantinya dalam mengimplementasikan pemahaman yang telah saya peroleh dilapangan akan memberikan perubahan yang signifikan.

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Hal yang perlu saya siapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan pembelajaran dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dengan optimal yaitu dengan terus belajar dan memperbanyak referensi mengenai konsep dan teori terkait dengan sosiokultural yang disertai dengan bentuk pengimplementasiannya dalam konteks sebagai seorang guru. Dengan mencari dan mempelajari berbagai referensi tersebut maka saya nantinya dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan tercipta lingkungan belajar yang positif. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Bab 7 Asal-Usul

7_Aksi Nyata_Topik 4_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100

7_Aksi Nyata_Topik 5_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100