7_Aksi Nyata_Topik 6_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100_PSdPI_Rombel 001

 

HASIL REFLEKSI PEMBELAJARAN

MENGENAI ISU-ISU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

 DAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF SOSIAL,

BUDAYA, EKONOMI DAN POLITIK DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA

 



1.     Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran, maka hal yang saya pikirkan terkait dengan topik pembelajaran mengenai Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia yaitu pada topik ini saya akan belajar memahami lebih dalam mengenai bagaimana isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dapat emmpengaruhi pendidikan di Indonesia. Guru yang memperhatikan isu-isu tersebut akan memberikan kesempatan dan ruang yang sama bagi peserta didiknya untuk dapat mengembangkan atau mengoptimalkan potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. Berdasarkan video yang telah saya simak, mengenai bagaimana kondisi pendidikan yang terdapat di kota Merauke tepatnya di desa Kaliweda. Pada video tersebut terlihat bagaimana guru terampil dalam mengajar anak didiknya melalui kegiatan dasar yaitu mengenai kebersihan sebelum belajar. Anak-anak Asmat berbeda dengan anak-anak di kota lainnya, dimana anak-anak Asmat tidak mengenal sekolah formal karena tidak mampu melengkapi administrasi sekolah keterbatasan ekonomi yang dimiliki. Hal tersebut menunjukkan keterbatasan sumber daya yang mereka hadapi. Berdasarkan video tersebut, pendidikan anak-anak Asmat berbanding terbalik dengan pendidikan yang telah saya peroleh. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa anak-anak Asmat tidak mengenal sekolah formal, melainkan mereka hanya belajar pada suatu tempat yang mewadahi mereka untuk belajar yang disebut dengan PKBM. Hal tersebut berbeda dengan saya, dimana pendidikan formal tersebut saya peroleh di sekolah pada setiap jenjangnya. Selain itu, terlihat bagaimana sarana dan prasarana yang mereka miliki dalam belajar, yang masih sangat minim, dibandingkan dengan sekolah formal yang saya tempuh. Selain perbedaan dalam pendidikan, terlihat bagaimana keadaan ekonomi mereka, dimana mereka hanya makan 1x dalam sehari sehingga mereka termotivasi untuk bersekolah karena dijanjikan makanan. Sebaliknya, saya mendapatkan pendidikan di sekolah formal dengan fasilitas lengkap dan didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih baik. Perbandingan ini menunjukkan perbedaan besar dalam akses dan kualitas pendidikan yang diperoleh oleh anak-anak Asmat di desa Kaliweda dan Anda. Hal ini menyoroti pentingnya dukungan dan fasilitas yang memadai untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak untuk meraih pendidikan yang layak.

Namun, ditengah keterbatasan tersebut, dan perbedaan pendidikan anak-anak di desa Kaliweda dengan pendidikan yang saya tempuh, maka adapun hal sama yang kami miliki yaitu kami sama-sama memiliki harapan dan cita-cita untuk memperbaiki dan bahkan merubah masa depan kami nantinya melalui pendidikan yang saat ini akan, sedang dan telah kami tempuh. Video tersebut menyoroti bagaimana faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik secara langsung mempengaruhi kualitas dan akses pendidikan yang diterima oleh anak-anak di desa Kaliweda.

 2.  Ekplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada topik ini saya belajar mengenai pentingnya memperhatikan dan mengaitkan pembelajaran dengan isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Tingkat kemiskinan yang tinggi dapat membatasi akses siswa terhadap pendidikan yang berkualitas dan kemampuannya dalam mengakses sumber belajar begitu juga dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sangat menentukan arah dan kualitas pendidikan. Isu-isu dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik sebaiknya diintegrasikan dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik nantinya akan menjadi individu yang selalu siap menhadapi tantangan yang ada dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pada bagian ekplorasi konsep ini, saya juga menjawab beberapa pertanyaan reflektif mengenai kesiapan saya untuk mengajar dengan memperhatikan isu-isu perspektif sosial, budaya, politik dan ekonomi dari peserta didik. Saya merasa siap dan tertantang bila ditugaskan mengajar dengan memperhatikan Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia. Hal tersebut karena pada dasarnya peserta didik berasal dari latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda dan beragam. Dengan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik maka dapat menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengakomodasi seluruh latar belakang yang dimiliki oleh peserta didik.

Selain itu, dengan memahami dan memperhatikan isu-isu sosial, budaya, ekonomi dan politik dari peserta didik, maka peserta didik akan merasakan bahwa pembelajaran yang mereka peroleh, relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru yang memperhatikan isu-isu tersebut akan memberikan kesempatan dan ruang yang sama bagi peserta didiknya untuk dapat mengembangkan atau mengoptimalkan potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. Dengan demikian, maka peserta didik akan merasa dihargai dan diakui keberadaannya dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Sebagai calon guru, tentunya saya harus siap untuk dapat memperhatikan isu-isu tersebut dalam proses pembelajaran agar tidak terdapat kesenjangan dalam keberagaman yang dimiliki oleh peserta didik. 

3.  Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

      Pada bagian ruang kolaborasi ini, saya bersama dengan rekan-rekan anggota kelompok saling bekerjasama atau berkolaborasi mengenai bagaimana pandangan dari masing-masing anggota kelompok terkait dengan isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Berdasarkan pendapat dari masing-masing anggota kelompok kami terkait mengenai isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan maka kami memiliki persamaan pandangan dan sepakat bahwa secara keseluruhan, dalam pendidikan, isu-isu mengenai sosial, politik, ekonomi dan budaya peserta didik akan mempengaruhi proses pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu untuk mengaitkan isu-isu tersebut dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi relevan. Guru harus memahami dan merespons dinamika sosial yang ada di lingkungan peserta didik, seperti hubungan antar teman, tekanan sosial, dan pengaruh media sosial, guru perlu menghargai dan mengintegrasikan berbagai nilai dan tradisi budaya yang dimiliki oleh peserta didik, uru harus peka terhadap latar belakang ekonomi peserta didik dan bagaimana hal ini mempengaruhi akses dan kesempatan belajar mereka serta guru harus menyadari pengaruh kebijakan dan isu-isu politik yang berdampak pada pendidikan. Melalui integrasi isu-isu dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik, maka akan membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif terhadap materi pelajaran dan lingkungan di sekitar mereka.

 

4.   Demonstrasi Kontekstual

    Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Pada bagian demonstrasi kontekstual ini, saya bersama dengan anggota kelompok melakukan presentasi terkait isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan. Pada kegiatan presentasi yang dilakukan, saya bersama dengan anggota kelompok dapat mendengarkan bagaimana pandangan dari kelompok lain terkait isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan sehingga dari pandangan tersebut kami dapat melakukan refleksi terhadap hasil kerja yang telah dibuat.

 

5.   Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Sejauh ini dalam mempelajari topik terkait isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan saya telah memahami bahwa penting bagi seorang guru untuk dapat memperhatikan isu-isu perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dari setiap peserta didik. Hal tersebut dimaksudkan agar guru mampu memberikan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik serta memeprsiapkan peserta didik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam masa depan nanti. Saya yakin bahwa melalui pemberian Scaffolding yang sesuai dengan ZPD dari peserta didik dan disesuaikan dengan isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik peserta didik, akan membantu memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif bagi setiap peserta didik sehingga memaksimalkan potensi belajar dari setiap peserta didik. Dengan menyesuaikan pembelajaran isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik peserta didik akan dapat membangun pemahaman mereka sendiri, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar. Dengan menerapkan pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’ akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang jauh lebih baik dan menjadikan peserta didiknya sebagai pusat dalam pendidikan yang harus diprioritaskan. Dengan menerapkan pendekatan ZPD, maka pembelajaran dapat menjadi lebih adaptif, inklusif, dan efektif dalam memenuhi kebutuhan dan potensi setiap siswa. Hal ini akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan membantu peserta didik menjadi pribadi yang lebih mandiri, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Mempelajari topik bahasan mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia, memberikan banyak hal baik dan hal baru bagi saya sebagai calon guru. Melalui topik bahasan ini, saya mendapatkan berbagai teori praktis yang nantinya dapat saya terapkan sebagai bentuk aksi nyata dari seorang guru dalam pembelajaran yang mampu membantu dan mendukung peserta didik untuk berkembang secara efektif. Pengetahuan ini memungkinkan saya untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan memahami kesenjangan sosial yang ada di kelas, saya dapat mengembangkan pendekatan pengajaran yang lebih kolaboratif dan adil, sehingga semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Dalam hal budaya, saya belajar untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan tradisi dalam materi pelajaran, membuat pembelajaran lebih relevan dan bermakna bagi siswa. Selanjutnya, dari perspektif ekonomi, saya menjadi lebih peka terhadap keterbatasan sumber daya yang mungkin dihadapi oleh siswa dan mencari cara kreatif untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Saya juga belajar untuk memperhatikan isu-isu politik yang mungkin mempengaruhi kebijakan pendidikan dan menyesuaikan metode pengajaran saya agar tetap sesuai dengan perubahan kebijakan tersebut. Melalui hal baik yang telah saya peroleh dalam mempelajari topik bahasan ini, tentunya saya berharap dapat membantu dan mendukung peserta didik untuk berkembang secara efektif, baik dalam aspek akademis maupun sosial-emosional.


Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Terkait mengenai topik bahasan tentang isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia, tentunya saya ingin mempelajari lebih banyak terkait mengenai topik bahasan tersebut, dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang akan menambah pemahaman saya sebagai calon guru yaitu bagaimana cara guru memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga terintegrasi dengan isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang relevan bagi peserta didik?

 6.  Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Terkait dengan materi yang terdapat dalam mata kuliah sosiokultural ini, ternyata memiliki keterkaitan atau berkesinambungan dengan beberapa mata kuliah lain. Mata kuliah tersebut yaitu pembelajaran sosial emosional, filosofi pendidikan Indonesia, pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya serta pengajaran dan asesmen yang efektif.  Mata kuliah pembelajaran sosial emosional memiliki keterkaitan dengan isu-isu perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik peserta didik, yaitu Isu-isu sosial dan budaya mempengaruhi dinamika interaksi sosial dan emosional di dalam kelas. Materi perspektif sosiokultural membantu guru memahami bagaimana nilai-nilai budaya dan norma sosial dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional siswa. Selain itu, Pembelajaran sosial emosional sering kali melibatkan pengembangan keterampilan seperti empati dan pemecahan masalah sosial.

Materi tentang isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik membantu guru dalam mengajarkan siswa untuk memahami dan merespons dengan bijak terhadap tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya yaitu keterkaitan dengan mata kuliah filosofi pendidikan, dimana Filosofi pendidikan Indonesia mendorong integrasi nilai-nilai lokal dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Pemahaman mendalam terhadap isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik membantu guru untuk mengajar dengan mempertimbangkan kekayaan budaya dan sosial masyarakat Indonesia dalam proses pendidikan. Mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia membantu dalam mengintegrasikan nilai-nilai seperti keadilan, kesetaraan, dan keberagaman dalam praktik pendidikan sehari-hari. Ini penting untuk membentuk sikap, nilai, dan etika yang dijunjung tinggi dalam masyarakat pendidikan. Sedangkan melalui mata kuliah pemahaman tentang peserta didik dan pembelajaran maka akan membantu untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat menciptakan tantangan atau peluang dalam belajar. Sehinggga memungkinkan pengembangan strategi pengajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan siswa. Kemudian, mempelajari mengenai isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik peserta didik, memiliki keterkaitan dengan mata kuliah asesmen. Sebab asesmen yang diberikan kepada peserta didik, disusun berdasarkan isu-isu pendidikan. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dalam pembuatan asesmen dan menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku

7.  Aksi Nyata

     Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Pembelajaran mengenai isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik memberikan manfaat yang sangat besar terkait mengenai kesiapan saya dalam mengajar sebagai calon guru, dengan pembelajaran pada Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) karena dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konteks tempat saya akan mengajar. Hal ini penting dalam menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan pendidikan. selain itu, maka manfaat yang saya peroleh dari mempelajari topik atau bahasan ini sebagai calon guru akan memperkaya kemampuan saya sebagai calon guru untuk mendukung siswa dalam ZPD mereka dengan memperhatikan dan mengaitkan isu-isu perpektif sosial, budaya, ekonomi dan politik membantu mereka mencapai potensi penuh mereka dalam lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung melalui penggunaan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang tepat dengan kebutuhan siswa.

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Saya menilai kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD) dengan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dari skala 1-10 yaitu sebesar 7. Hal tersebut dikarenakan saya harus memperdalam kemampuan dan pemahaman saya terkait dengan materi tersebut, sehingga nantinya dalam mengimplementasikan pemahaman yang telah saya peroleh dilapangan akan memberikan perubahan yang signifikan.

 Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Hal yang perlu saya siapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkan pembelajaran Zone of Proximal Development (ZPD) dengan memperhatikan dan mempertimbangkan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik yaitu dengan terus belajar dan memperbanyak referensi mengenai konsep dan teori terkait dengan sosiokultural yang disertai dengan bentuk pengimplementasiannya dalam konteks sebagai seorang guru. Dengan mencari dan mempelajari berbagai referensi tersebut maka saya nantinya dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan tercipta lingkungan belajar yang positif.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IV Bab 7 Asal-Usul

7_Aksi Nyata_Topik 4_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100

7_Aksi Nyata_Topik 5_PSdPI_Ni Ketut Ayu Krismawati_2364803100